Searching...
Tuesday, 25 December 2012

Tips Diet Sehat - Diet 30 Hari dengan Oatmeal


Tips Diet Sehat - Mungkin Anda sudah sering mendengar manfaat oatmeal bagi kesehatan, bahkan belakangan ini banyak praktisi medis dan ahli gizi mendorong pasien diabetes dan jantung untuk mengonsumsi oatmeal, terutama karena khasiatnya dalam membantu menjaga kadar kolesterol dan gula darah tetap normal. 

Manfaat oatmeal bagi kesehatan
Foto: acozykitchen.com
Selain itu oatmeal juga dapat mengurangi kolesterol, mempertahankan gula darah, menyehatkan jantung, baik untuk penderita diabetes, mencegah kanker usus, serta obesitas.

Oatmeal juga dapat membantu proses kecantikan dan diet karena kandungan serat larut yang terdapat dalam oatmeal memainkan peranan penting dalam membuat tubuh merasa kenyang dalam jangka waktu lama. 

So, berikut ini persiapan sebelum memulai tips diet sehat dengan menggunakan oatmeal:

Untuk memaksimalkan manfaat oatmeal, Anda perlu memperhatikan cara menyiapkan oatmeal berikut ini: Untuk sarapan, siapkanlah setengah cangkir oatmeal dan satu cangkir susu tanpa lemak. Kemudian rebuslah susu susu tanpa lemak dan oatmeal selama satu menit diatas api sedang. Jika Anda memiliki microwave, Anda bisa memasaknya di dalam microwave selama satu setengah menit.

Anda bisa mengkombinasikan dengan blueberry dan raspberry agar kandungan antioksidan dalam oatmeal Anda maksimal. Jika Anda ingin mendapat kandungan protein, cukup tambahkan telur rebus.
Menerapkan oatmeal untuk diet selama 30 hari.

Diet 30 Hari dengan Oatmeal

Tujuh hari pertama

Seperti dilansir Ehow.com, pada tujuh hari pertama disarankan untuk terus mengkonsumsi setengah cangkir oatmeal untuk setiap makan. Konsumsi bersama susu rendah lemak dan pastikan konsumsi kalori Anda setiap hari adalah 900 hingga 1200 kalori per hari.

23 Hari kedepan

Setelah Anda menyelesaikan diet di tujuh hari pertama, Anda disarankan untuk meneruskan hingga 23 hari kedepan dengan menyantap setidaknya setengah cangkir oatmeal. Sedangkan untuk oatmeal instan, tetap pastikan kadar lemak dan gula kurang dari 60 persen dari jumlah total makanan. Dalam tahap ini, jaga kalori Anda antara 1000 hingga 1300 kalori.

Selipkan camilan sehat di setiap jadwal tiga kali makan oatmeal Anda. Stroberi, blueberry, pisang, apel, jeruk,serta anggur merupakan makanan ringan sehat yang amat mendukung program diet sehat Anda. Sebaliknya, hindari melon serta sayuran yang bertepung tinggi seperti kentang.

Latihan selama 30 menit selama tiga kali seminggu. Untuk olahraga terbaik, Anda bisa melihat pada 20 olahraga untuk menurunkan berat badan. Untuk asupan cairan, terapkan 8 gelas per hari sehingga metabolisme Anda berjalan lancar.

Lakukan konsep diet ini selama 30 hari, dan setelah itu, Anda bisa perlahan-lahan mengurangi oatmeal. Terapkan satu kali makan oatmeal dan mulai perkenalkan tubuh Anda dengan daging rendah lemak. Namun, pastikan bahwa sayuran dan buah tetap menjadi pilihan diet Anda.

Agar Anda lebih mengenali oatmeal, berikut beberapa manfaat oatmeal:

- Menurut peneliti, serat larut (beta-glukan) dan avenanthramides (antioksidan) dalam oatmeal mengurangi kolesterol jahat (LDL). Sebagaimana diketahui, kolesterol jahat meningkatkan risiko serangan jantung atau penyumbatan. Dengan mengonsumsi oatmeal secara teratur, Anda mengurangi kemungkinan menyimpan kolesterol jahat dalam tubuh.

- Oatmeal dapat mengontrol kadar gula darah dan merupakan sarapan ideal untuk penderita diabetes. The American Diabetes Association merekomendasikan pasien diabetes untuk memiliki biji-bijian, terutama gandum untuk mengontrol kadar glukosa mereka.

- Tekanan darah dapat sangat dikontrol dengan mengonsumsi havermut secara teratur. Havermut pun dapat mengendalikan stres dan tekanan darah. Serat larut dalam satu porsi oatmeal lebih banyak bila dibandingkan dengan beras, gandum, atau jagung.

- Fitokimia, magnesium, dan serat larut berkemampuan melawan kanker. Senyawa-senyawa tersebut dapat melawan sifat asam pada empedu yang bermanfaat mengurangi racun dari tubuh.

- Salah satu manfaat kesehatan dari oatmeal ialah mudah dicerna. Hal ini dikarenakan adanya serat larut di dalamnya.

(Berbagai sumber)

0 comments:

Post a Comment